Sabtu, 03 September 2011

Ce.Ii.En.Te.Aa ^_^ . . .

Karena 'Aku' Telah Tiada

 Saat 'Aku' hidup,
Tawa, senyum mereka hiasi dunia
Saat 'Aku' hidup,
Tak ada kata putus asa
Saat 'Aku' hidup,
Dunia ini bagaikan Surga

'Aku' tak pernah menyalah
Tapi, kenapa 'Aku' slalu disalah ?
'Aku' tak pernah memaksa
Tapi, kenapa 'Aku' dipaksa ?

Inikah takdir 'Aku' ?
Apa yang terjadi kala 'Aku' tiada ?
Mereka akan hancur, lebur bahkan mumur !
Terkapar tak memiliki tuan
Terdampar bengab sepanjang jalan
'Aku' berkata "Rasakan Itu" ?

Kenapa 'Aku' disiakan ?
Kenapa 'Aku' dilemahkan ?
Kenapa 'Aku' diabaikan ?

Kini karna 'Aku' telah tiada
Tak usah saling menyalah
Karna 'Aku' adalah 'Cinta'
Yang akan hadir lagi bersama masa

Ce.Ii.En.Te.Aa ^_^

Ketika 'Aku' Mati


Aku itu Indah
Aku datang tiba-tiba
Tak ada bayangan yang melambangkan adanya Aku
Kuasa ilahi yang hanya tau Aku
Aku diciptakan dari suatu yang bual
Kebencian dapat merubah jadi Aku
Dan amarah bisa memunculkan Aku
Senyuman diciptakan karna Aku
Tangisan bermunculan karna Aku
Kebahagiaan adalah ujung tombakKu
Pelaminan usaha puncakKu

TAPI. . . . .

Ketika Aku mati
Mereka tak memakamkanKu
Mereka membuangKu
Mereka memusuhiKu
Tak ada ampun buatKu

Ketika Aku Menghilang
Tak ada yang mencariKu
Mereka membenciKu
Tak adakah kesempatan kedua untukKu?
Hidup dan bersemi lagi?
Aku dianggap sebagai Sampah sehingga mereka membuangKu
Aku dianggap sebagai Bangkai sehingga mereka berbondong-bondong
Menendang, mengusir dan menginjakKu

Terucap kata "AKU BENCI KAMU !!"
Bagi yang menodaiKu
"PERGI KAU DARI HIDUPKU !!"
seakan sudah tak butuhkanku
Dan inilah Aku 'CINTA'
KisahKu 'CINTA' ketika Aku buat bahagia mereka memuja, ketika Aku mati mereka menghina. .

Puisi untuk "anak jalanan"

Dalam Lorong Waktu Fajar

Perkara tak sempat terbaca bibir
Itu mengalungkan sejuta rasa dingin yang bergelanyut
Mimpi di tengah lorong berpasiran kelabu dan bersinarkan hawa fajar
Mengusik-ngusik ketenangan

Dalam lorong waktu fajar
Aku hanya bisa tertunduk
Menyaksikan mereka yang tengah lemas dalam dilema
Di dalam lorong waktu fajar
Mereka mengait-gait sisa pejabat
Sisa secuil lauk untuk si buncit di dalam pusar
Di dalam lorong waktu fajar
Berkeliaran bak pacuan kuda dalam medan
Menyisipkan sejuta semilir dingin di sela-sela kulit itu
Betapa tega sang pemakan devisa bangsa
Menyaksikan si kulit kering dan si perut buncit dalam lorong sempit
Berbau dan fajar tiba hanya menjadi harta yang kuasa. .
Aku perih !!

Jumat, 05 Agustus 2011

Gurindam 12

  • Pasal 9
            Gurindam pasal 9 mengarahkan pada nilai-nilai agama dan memberi amanat bahwa kita di wajibkan untuk tidak melakukan hal-hal yang menyimpang agama.

Gurindam pasal 9

Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan
Bukannya manusia yaitulah syaitan

Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah iblis punya penggawa

Kepada segala hamba-hamba raja
Disitulah syaitan tempat bergoda

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan
Disitulah syaitan punya jamuan

Adapun orang tua(h) yang hemat
Syaitan tak suka membuat sahabat

Jika orang muda kuat berguru
Dengan syaitan kuat berseteru

  • Pembahasan
  1. Orang yang tahu hal buruk tetapi tetap saja dilakukan dan perbuatan itu menyimpang dari ajaran agama.
  2. Setiap perbuatan buruk pasti datangnya dari iblis.
  3. Jika kita membual terhadap pimpinan atau yang lebih tua dari kita, pastilah kita akan menyesal
  4. Jika laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim sedang berdua-duaan, maka akan timbul masalah, setan pun akan senang
  5. Orang tua yang bisa mendidik anaknya dengan baik, setan pasti akan marah
  6. Orang yang beriman tebal, jika berkelahi dengan setan pasti akan menang.

  • Pasal 10
         Gurindam pasal 10 mengandung nilai-nilai agama dan nasihat  yang di tujukan kepada seorang anak
  • Gurindam 10
Dengan bapa jangan durhaka
Supaya Allah tidak murka

Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat

Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik di tengah balai

Dengan kawan hendaklah adil
Supaya tangannya jadi kapil
  • Pembahasan
  1. Janganlah berani menentang  perkataan seorang ayah karena Allah bisa saja murka
  2. Sayangi dan hormati seorang ibu, agar hidup selalu memiliki arti
  3. sebagai orang tua janganlah melepas anaknya begitu saja agar anak mempunyai tujuan hidup.
  4. Janganlah membedakan teman agar tidak terjadi permusuhan


SEKIAN